MANTRI MANIS: Inovasi Puskesmas Turi dalam Memerangi HIV/AIDS

Inovasi MANTRI MANIS yang dikembangkan oleh Puskesmas Turi merupakan langkah strategis dalam menghadapi peningkatan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Lamongan, khususnya di Kecamatan Turi. Program ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama para remaja, serta melakukan skrining untuk mendeteksi kasus HIV sedini mungkin. Dengan deteksi yang cepat dan tepat, MANTRI MANIS memungkinkan pengobatan dilakukan dengan sepenuh hati, cepat, tanggap, dan benar.

Kehadiran MANTRI MANIS berawal dari keprihatinan terhadap meningkatnya kasus HIV di wilayah tersebut, di mana terdapat sejumlah pasien yang tidak melanjutkan pengobatan (lost to follow up) dan stigma negatif masyarakat terhadap ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) yang mengakibatkan diskriminasi. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai HIV/AIDS menjadi hambatan utama dalam melakukan skrining HIV, baik di kalangan populasi kunci (PONCI) maupun calon pengantin (CATIN). Kurangnya pemahaman ini menjadikan masyarakat tidak menyadari pentingnya skrining dan pengobatan dini bagi pasien yang positif.

Inovasi ini berupaya mewujudkan target "three zero 2030" yaitu nol infeksi baru, nol kematian akibat HIV/AIDS, serta nol stigma dan diskriminasi. Melalui penyuluhan dan pembentukan kader remaja serta kelas CATIN, diharapkan diskriminasi terhadap ODHA dapat diminimalisir. Sebelum adanya MANTRI MANIS, dari 19 desa di wilayah tersebut belum ada kader kesehatan remaja, namun setelah inovasi ini, telah terbentuk 50 kader kesehatan remaja di 10 desa, serta komunitas remaja yang aktif. Jumlah CATIN yang bersedia mengikuti skrining HIV meningkat tajam dari hanya 0,56% pada tahun 2021 menjadi 70,05% pada tahun 2022.

MANTRI MANIS juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-3 yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan seluruh penduduk di segala usia. Inovasi ini sejalan dengan target global untuk mengakhiri epidemi AIDS pada tahun 2030. Selain itu, MANTRI MANIS juga berkontribusi terhadap target RPJMN 2015-2019 untuk menurunkan prevalensi HIV pada populasi dewasa menjadi kurang dari 0,5%.

Survei kepuasan masyarakat menunjukkan bahwa 73% dari responden merasa lebih memahami tentang HIV/AIDS setelah mengikuti program ini, dan 90% pasien menyatakan puas dengan layanan yang diberikan. Dari hasil ini, dapat disimpulkan bahwa jika dilaksanakan dengan baik, inovasi MANTRI MANIS memiliki potensi besar untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan masyarakat, khususnya para remaja, mengurangi diskriminasi terhadap ODHA, serta mendorong kesadaran akan pentingnya skrining dan pengobatan HIV/AIDS sejak dini, sehingga pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat.