Peluk Rematri Ceria: Inovasi Puskesmas Tikung untuk Atasi Anemia Remaja Putri

Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan serius yang dapat berdampak buruk terhadap konsentrasi, imunitas, dan prestasi belajar mereka. Dampak jangka panjangnya bisa mempengaruhi kesehatan kehamilan dan melahirkan, termasuk risiko bayi lahir prematur dan stunting. Menyadari pentingnya penanganan anemia ini, Puskesmas Tikung di Kabupaten Lamongan meluncurkan inovasi "Peluk Rematri Ceria" pada Maret 2022, bertujuan untuk mengatasi masalah anemia di kalangan remaja putri, terutama di SMK Islam Bakalan Pule.

Inovasi "Peluk Rematri Ceria" dilatarbelakangi oleh data yang menunjukkan bahwa 60% remaja putri di SMK Islam mengalami anemia pada Februari 2021. Program ini melibatkan berbagai langkah strategis, seperti pembentukan duta Rematri Ceria yang akan mendapatkan pelatihan khusus tentang anemia dan kesehatan, serta pembuatan buku saku dan checklist untuk memantau konsumsi tablet tambah darah. Langkah ini juga mencakup pemantauan online dan pembuatan grup WhatsApp untuk edukasi dan konseling.

Melalui pembentukan Duta Rematri Ceria dan kegiatan seperti GESERMI (Gerakan Serentak Minum Tablet Tambah Darah), inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia dan pentingnya gizi. Selain itu, program ini juga memperkenalkan e-buku saku dan pemantauan berkala kadar hemoglobin, serta memanfaatkan teknologi untuk mempermudah komunikasi dan pemantauan.

Pada tahun 2023, inovasi ini mengalami pengembangan dengan pembentukan duta remaja putri dari desa untuk melaksanakan pendampingan anemia dan kegiatan di posyandu remaja. Dukungan lintas sektor dan tenaga kesehatan lokal memperkuat pelaksanaan program, yang berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan kepatuhan terhadap konsumsi tablet tambah darah.

Keberhasilan "Peluk Rematri Ceria" terlihat dari penurunan prevalensi anemia hingga 60% di SMK Islam Bakalan Pule dan peningkatan kesadaran remaja putri tentang kesehatan. Inovasi ini mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dengan menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta memperkuat visi Kabupaten Lamongan untuk menciptakan generasi unggul dan berdaya saing.