Kemajuan teknologi digital harus diiringi dengan literasi yang kuat agar siswa tidak hanya menjadi pengguna pasif, tetapi pembelajar aktif. Menyadari hal ini, SDN 4 Jetis menggagas inovasi JELITA 4JET (Jaringan Literasi Digital SDN 4 Jetis) sebagai strategi membangun literasi digital di lingkungan sekolah dasar.
Inovasi ini mengintegrasikan sumber belajar digital ke dalam rutinitas pembelajaran harian. Melalui perpustakaan digital Kawindra, siswa mengakses berbagai materi dalam bentuk e-book, video, dan kuis edukatif. Kegiatan Literasi Pagi Digital dilakukan setiap hari untuk mendorong kebiasaan membaca yang menyenangkan dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Yang membedakan JELITA 4JET adalah pendekatannya yang berbasis komunitas. Orang tua dilibatkan dalam kelas literasi digital, guru menyusun tantangan literasi mingguan, dan siswa menghasilkan karya digital yang ditampilkan di platform daring sekolah.
Evaluasi rutin dilakukan untuk mengukur dampak kegiatan, mulai dari peningkatan waktu membaca digital hingga kualitas pemahaman siswa terhadap konten daring. Dengan begitu, proses pembelajaran menjadi lebih inklusif dan relevan dengan kebutuhan masa kini.
Melalui JELITA 4JET, SDN 4 Jetis membuktikan bahwa literasi digital bisa dibangun sejak dini — dengan dukungan teknologi, semangat kolaborasi, dan arah yang jelas menuju pembelajaran abad 21.