SD Negeri 1 Kreteranggon, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, menghadirkan inovasi “JURANG BILABU PAK PERGABIL (Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat Pakai Permainan Garis Bilangan)” untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap operasi bilangan bulat. Diimplementasikan mulai Februari 2025, inovasi ini mengembangkan media garis bilangan tiga dimensi dari bahan bekas paralon, yang kuat, ringan, dan interaktif, mengatasi keterbatasan media dua dimensi konvensional. Berbasis teori Piaget tentang tahap operasional konkret, program ini mendukung Kurikulum Merdeka dan bertujuan meningkatkan motivasi serta hasil belajar siswa dalam Matematika.
Pelaksanaan JURANG BILABU PAK PERGABIL melibatkan sosialisasi kepada dewan guru, pelatihan siswa, dan penerapan media dalam pembelajaran kelas, didukung oleh buku panduan, lagu petunjuk, dan video tutorial. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata penjumlahan bilangan bulat dari 53,85 menjadi 82,21 (52,6%) dan pengurangan dari 20,67 menjadi 71,15, serta kenaikan aktivitas dan motivasi belajar dari 79,23 menjadi 89,23. Inovasi ini membuat pembelajaran lebih menyenangkan, mengurangi persepsi negatif terhadap Matematika, dan meningkatkan keterampilan motorik halus serta pendekatan multisensori siswa.
Keberhasilan program ini tercermin dari perbaikan rapor mutu pendidikan sekolah, dari kategori merah menjadi hijau untuk literasi numerik, serta prestasi siswa di tingkat lokal. SDN 1 Kreteranggon berencana memperluas dampak inovasi ini melalui kolaborasi dengan sekolah lain dan pengembangan media digital pendukung. Dengan pendanaan mandiri dan dukungan Dana BOS, JURANG BILABU PAK PERGABIL menjadi contoh inovasi pendidikan yang hemat biaya, mudah direplikasi, dan efektif dalam membangun kecintaan siswa terhadap Matematika dan ilmu pengetahuan.