Pandemi Covid-19 membawa dampak besar pada sektor kesehatan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Salah satu tantangan yang muncul adalah kekhawatiran masyarakat untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas, karena takut tertular Covid-19. Situasi ini mempengaruhi jumlah kunjungan pasien, terutama di Puskesmas Karanggeneng. Banyak keluarga dengan risiko tinggi yang seharusnya rutin berobat merasa takut berkunjung ke Puskesmas dan akhirnya tidak mendapatkan perawatan yang diperlukan.
Menghadapi tantangan ini, Puskesmas Karanggeneng berinisiatif meluncurkan program inovatif "PERAWAN KEREN" (Perawatan Keluarga Rawan ke Rumah Pasien). Program ini bertujuan untuk memberikan akses kesehatan yang lebih mudah dan merata bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan, seperti lansia, ibu hamil, bayi, dan balita, yang tidak memiliki transportasi atau pendamping untuk pergi ke fasilitas kesehatan.
PERAWAN KEREN adalah bentuk layanan kesehatan dengan pendekatan jemput bola, di mana tenaga kesehatan dari Puskesmas Karanggeneng melakukan kunjungan rumah kepada keluarga dengan risiko tinggi. Tim kesehatan, yang terdiri dari berbagai PJ Program seperti PJ Perkesmas, PJ KIA, PJ Gizi, PJ TB Paru, PJ HIV/AIDS, dan Petugas Laboratorium, akan memberikan pemeriksaan, perawatan, serta konseling dan pemeriksaan laboratorium sederhana di rumah pasien.
Program ini tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan rutin tetapi juga menangani penyakit kronis yang memerlukan perawatan jangka panjang, seperti demam tifoid dan gangguan pernapasan kronis. Kunjungan rumah dilakukan setiap hari kepada pasien dengan masalah kesehatan yang parah, seperti stroke, HIV/AIDS, TBC, kusta, dan Covid-19. Dengan adanya PERAWAN KEREN, pasien tidak perlu datang ke Puskesmas, sehingga risiko tertular Covid-19 berkurang dan perawatan tetap dapat dilakukan secara optimal di rumah mereka.
Implementasi program ini melibatkan berbagai langkah, mulai dari pengumpulan data keluarga rawan, kunjungan rumah, pendataan sasaran, hingga pencatatan dan evaluasi rutin. Setiap bulan, hasil pendataan dilaporkan kepada kepala Puskesmas untuk memantau perkembangan dan efektivitas program.
Dampak positif dari program ini sudah terlihat signifikan. Pada tahun 2022, dari 437 keluarga rawan di wilayah kerja Puskesmas Karanggeneng, 103 keluarga telah menerima kunjungan dan perawatan rutin, menghasilkan 47 keluarga yang mencapai KM4 setelah kunjungan berkala oleh tim PERAWAN KEREN. Program ini berhasil meningkatkan akses layanan kesehatan, menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta mengurangi prevalensi gizi kurang pada balita.
PERAWAN KEREN juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan untuk menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan seluruh penduduk. Dengan akses layanan kesehatan yang lebih mudah dan merata, program ini diharapkan dapat meningkatkan usia harapan hidup dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lamongan.
Untuk menjamin keberlanjutan program, Puskesmas Karanggeneng bekerja sama dengan lintas program dan lintas sektor, termasuk kader kesehatan desa, bidan, perawat, dan dokter. Dengan dukungan dari semua pihak terkait, PERAWAN KEREN diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat kesehatan yang merata bagi seluruh masyarakat Kabupaten Lamongan.