Kabupaten Lamongan telah meluncurkan program inovatif bernama Kepiting Sukorame (Kelompok Peduli Stunting Sukorame) yang bertujuan untuk menurunkan angka stunting di Kecamatan Sukorame. Program ini resmi diujicobakan pada 4 Mei 2020 dan mulai diterapkan pada 4 Agustus 2020. Stunting, kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis selama 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), menjadi fokus utama program ini.
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018, sekitar 30,8% anak di Indonesia mengalami stunting, yang melebihi batas rekomendasi WHO sebesar 20%. Di Kecamatan Sukorame, prevalensi stunting menunjukkan penurunan yang signifikan dari 14,6% pada Februari 2019 menjadi 10,04% pada Agustus 2020, dan terus menurun hingga 7,37% pada Februari 2022.
Kepiting Sukorame melibatkan berbagai lintas sektor dan program dalam upaya menurunkan angka stunting. Muspika (Camat, Kapolsek, Danramil) berperan dalam meningkatkan komitmen semua lintas sektor, sedangkan Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian, PKKB, dan KUA bekerja sama dengan Puskesmas untuk memberikan penyuluhan terkait pola asuh, penggunaan peptisida, pentingnya KB pasca melahirkan, serta pemenuhan zat gizi pada pasangan calon pengantin. Selain itu, tokoh masyarakat dan pemerintah desa turut mendukung kegiatan ini dan meluruskan mitos tentang pantangan makan.
Strategi kegiatan dalam program Kepiting Sukorame meliputi pembentukan tim stunting, kader Jupanting, pendataan balita stunting by name by address, pemberian PMT pemulihan untuk balita gizi kurang (GK) dan ibu hamil kekurangan energi kronis (KEK), penyuluhan stunting pada calon pengantin dan ibu hamil, imunisasi TT pada calon pengantin, serta penyuluhan Primadona Stunting dan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM).
Program ini telah menunjukkan hasil yang signifikan dalam menurunkan angka stunting di Kecamatan Sukorame. Pada Agustus 2019, tercatat 113 balita (10,39%) mengalami stunting, yang kemudian menurun menjadi 103 balita (10,04%) pada Agustus 2020, 82 balita (7,89%) pada Agustus 2021, dan 82 balita (7,37%) pada Agustus 2022. Dengan komitmen dan dukungan dari berbagai pihak, program Kepiting Sukorame berhasil mencegah terjadinya stunting pada balita, menurunkan prevalensi stunting, dan menemukan balita stunting sejak dini.
Kepiting Sukorame diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya penanganan stunting yang bersifat multifaktoral ini. Melalui sinergi dan koordinasi lintas sektor, Kabupaten Lamongan berkomitmen untuk terus menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak di daerah ini.