Pada tahun 2023, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan kebijakan Merdeka Belajar episode 24, yang menyoroti pentingnya transisi yang menyenangkan dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke Sekolah Dasar (SD). Kebijakan ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk Kabupaten Lamongan yang merespons dengan menghadirkan Gerai Si Dilan (Gerakan Aksi Penguatan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan).
Gerai Si Dilan merupakan inovasi unik yang bertujuan menghilangkan miskonsepsi terkait transisi PAUD ke SD. PAUD tidak hanya berfokus pada aspek kognitif anak, melainkan juga pada kematangan emosional, kemandirian, dan kemampuan interaksi sosial. Hal ini sejalan dengan tujuan PAUD dalam membentuk anak Indonesia yang berkualitas, sesuai dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan berbagai regulasi lainnya.
Salah satu masalah yang dihadapi dalam transisi ini adalah masih adanya praktik PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) dan pembelajaran di SD yang belum memahami pentingnya membangun kemampuan fondasi anak secara bertahap. Beberapa PAUD merasa tertekan untuk mengajarkan anak membaca sebelum masuk SD karena permintaan orang tua dan kebijakan yang salah kaprah. Hal ini bertentangan dengan peraturan yang ada, seperti Permendikbud No. 14 Tahun 2018 dan Permendikbud No. 1 Tahun 2021 yang melarang tes calistung (membaca, menulis, dan berhitung) sebagai syarat masuk SD.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Gerai Si Dilan hadir dengan beberapa langkah konkret. Pertama, memastikan tidak ada tes calistung dalam penerimaan peserta didik baru di SD. Kedua, PAUD di Kabupaten Lamongan tidak mewajibkan anak untuk bisa calistung. Ketiga, melakukan sosialisasi masif kepada masyarakat dan orang tua siswa mengenai pentingnya transisi yang menyenangkan dan holistik. Keempat, membentuk forum komunikasi Transisi PAUD-SD yang melibatkan Dinas Pendidikan untuk menyelesaikan kendala-kendala di lapangan.
Gerai Si Dilan juga melibatkan PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) mulai dari tingkat kabupaten hingga desa untuk mendampingi PAUD di wilayahnya masing-masing. Dengan demikian, PAUD dan SD dapat bekerja sama dalam memastikan lingkungan belajar yang menyenangkan dan tidak membebani anak.
Tujuan utama Gerai Si Dilan adalah meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Lamongan dengan memastikan transisi dari PAUD ke SD berlangsung secara menyenangkan dan tanpa tekanan. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan semangat belajar anak, tetapi juga meningkatkan angka kesiapan sekolah, menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan holistik anak, dan menjadikan pendidikan sebagai pengalaman yang positif sejak dini.
Inovasi ini telah menghasilkan perubahan signifikan, seperti tidak adanya lagi tes masuk SD, transisi PAUD ke SD yang lebih menyenangkan, dan peningkatan semangat belajar anak. Dengan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, Gerai Si Dilan diharapkan dapat menjadi model bagi kabupaten lain dalam mengimplementasikan transisi pendidikan yang menyenangkan dan berkualitas.
Gerai Si Dilan: Menguatkan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan di Lamongan