Kabupaten Lamongan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai inovasi. Salah satunya adalah Gerakan PADURAKSA, yang merupakan singkatan dari Gerakan Pendidikan Terpadu Sekolah Ramah Anak, Akreditasi Perpustakaan, Sekolah Sehat, dan Adiwiyata. Inisiatif ini lahir dari kesadaran pemerintah daerah bahwa pendidikan dasar adalah fondasi penting yang membentuk peserta didik menjadi anggota masyarakat yang produktif. Pendidikan dasar juga menjadi landasan bagi jenjang pendidikan berikutnya, membantu peserta didik berkembang secara utuh.
Gerakan PADURAKSA menekankan pada pelayanan pendidikan yang komprehensif dan menyeluruh, memberikan pengalaman belajar yang maksimal bagi peserta didik. Program ini mencakup beberapa aspek penting seperti sekolah ramah anak, akreditasi perpustakaan, sekolah sehat, dan program Adiwiyata. Tujuan utamanya adalah menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan akademik serta karakter siswa.
Menurut Muhammad Ali (2009), perkembangan ekonomi yang digerakkan oleh ilmu pengetahuan menempatkan lembaga pendidikan pada posisi strategis. Pendidikan mampu melahirkan tenaga kerja yang kompetitif, menciptakan inovasi berbasis teknologi, dan meningkatkan kemampuan dalam mengakses ilmu pengetahuan global. Inilah yang menjadi dasar pemikiran di balik Gerakan PADURAKSA. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Lamongan, memenuhi hak masyarakat dalam mendapatkan pelayanan pendidikan berkualitas, dan menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan era globalisasi.
Dasar hukum dari inovasi ini mencakup berbagai peraturan nasional dan daerah, termasuk Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mengimplementasikan kebijakan pendidikan yang sesuai dengan standar nasional.
Gerakan PADURAKSA memiliki unsur kebaruan yang belum dimiliki oleh dinas pendidikan di kabupaten lain di Indonesia. Program ini menggabungkan berbagai elemen pendidikan yang saling terkait, menciptakan satuan pendidikan yang ideal bagi peserta didik. Keunggulan PADURAKSA terletak pada kemampuannya untuk direplikasi di semua jenjang pendidikan, dari PAUD, SD, hingga SMP. Program ini mudah diimplementasikan karena banyak kegiatannya sudah menjadi rutinitas sehari-hari di sekolah.
Sejak diluncurkan, PADURAKSA telah diterapkan di 100% satuan pendidikan di Kabupaten Lamongan. Program ini terus dipantau dan dievaluasi untuk memastikan manfaatnya terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Hasilnya, PADURAKSA telah memberikan dampak positif, seperti peningkatan motivasi guru, minat baca siswa, dan kualitas layanan perpustakaan sekolah. Program Adiwiyata juga membantu menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan berkelanjutan, serta menghasilkan siswa yang peduli terhadap lingkungan sekitar.
Tujuan utama dari Gerakan PADURAKSA adalah menciptakan sekolah yang ramah anak, meningkatkan budaya membaca, dan menciptakan lingkungan sekolah yang sehat. Program ini juga berpengaruh terhadap citra dan daya saing pendidikan di Kabupaten Lamongan. Dengan adanya PADURAKSA, masyarakat Lamongan tidak perlu lagi mencari sekolah berkualitas di luar kabupaten, karena Lamongan sendiri telah menyediakan pendidikan yang berkualitas dan komprehensif.
Gerakan PADURAKSA telah membawa perubahan positif dalam sistem pendidikan di Kabupaten Lamongan. Sekolah-sekolah menjadi tempat yang lebih aman dan menyenangkan bagi siswa, meningkatkan minat baca melalui akreditasi perpustakaan, serta menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan berkelanjutan. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan di Lamongan, menjadikan kabupaten ini sebagai model bagi daerah lain dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Gerakan PADURAKSA: Inovasi Pendidikan Terpadu di Kabupaten Lamongan