Dalam upaya mengatasi masalah gizi, terutama stunting, di Kabupaten Lamongan, Puskesmas Mantup meluncurkan program inovatif bernama Aku Semakin Gemes (Aku Senang Makan Ikan Gerakan Mengatasi Stunting) pada awal tahun 2023. Program ini bertujuan untuk menurunkan angka stunting melalui peningkatan asupan protein pada balita dengan cara memperkenalkan makanan berbahan dasar ikan.
Masalah stunting di Indonesia merupakan masalah gizi yang signifikan. Data Riskesdas 2010 menunjukkan bahwa 35,6% anak Indonesia mengalami stunting. Di wilayah kerja Puskesmas Mantup, angka stunting pada tahun 2022 mencapai 10,7%, dengan 280 balita dari 2628 balita yang ditimbang menunjukkan tanda-tanda stunting. Angka ini cukup tinggi mengingat dampak stunting yang serius terhadap produktivitas individu dan kualitas hidup masyarakat.
Untuk mengatasi masalah ini, Puskesmas Mantup bekerja sama dengan berbagai sektor dan merancang program Aku Semakin Gemes. Program ini mencakup berbagai kegiatan seperti penyuluhan kepada ibu balita, praktek memasak berbahan dasar ikan, kegiatan makan bersama balita, serta pengukuran gizi dan anthropometri balita. Penyuluhan dilakukan melalui pertemuan, leaflet, banner, dan media sosial Puskesmas Mantup.
Pentingnya sanitasi dan perilaku hygiene juga ditekankan dalam program ini, mengingat sanitasi yang buruk dan air minum yang terkontaminasi dapat menyebabkan diare, yang berdampak negatif pada penyerapan zat gizi dalam tubuh. Melalui program ini, Puskesmas Mantup berharap dapat meningkatkan kesadaran dan peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan stunting.
Hasil dari inovasi ini menunjukkan penurunan angka stunting yang signifikan. Pada bulan timbang Agustus 2023, jumlah balita stunting mencapai 280 dari 2628 balita yang ditimbang (7,8%). Sedangkan pada bulan timbang Juni 2024, jumlah balita stunting turun menjadi 189 dari 2430 balita yang ditimbang (7%).
Program Aku Semakin Gemes tidak hanya fokus pada penurunan angka stunting tetapi juga mengubah perilaku ibu balita agar terbiasa memberikan makanan berbahan dasar ikan kepada anak-anak mereka. Program ini juga meningkatkan kreativitas ibu dalam mengolah makanan dan peran mereka dalam pemberian makanan kepada balita. Dengan demikian, program ini berkontribusi besar dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dalam bidang kesehatan di Kabupaten Lamongan.