Kabupaten Lamongan tengah menghadapi tantangan serius terkait stunting pada anak-anak. Menurut data Kemenkes tahun 2017, prevalensi stunting di Jawa Timur mencapai 26,7%. Data terbaru menunjukkan bahwa di Kabupaten Lamongan, angka stunting berdasarkan bulan timbang Februari 2022 adalah 6,93% dan menurun menjadi 5,56% pada bulan Agustus. Kecamatan Glagah memiliki prevalensi lebih tinggi, dengan angka 9,10% pada bulan timbang Februari 2022.
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Di Indonesia, prevalensi stunting mencapai 36,4%, jauh di atas rata-rata regional WHO sebesar 33,8%. Beberapa faktor penyebab utama stunting termasuk pengetahuan ibu mengenai status gizi, pemberian ASI eksklusif, serta makanan pendamping ASI (MP-ASI).
Sebagai respons terhadap masalah ini, Lamongan meluncurkan inovasi "PITA KUNING" (Pijat Titik Akupresure dan Toga Guna Tingkatkan Nafsu Makan Cegah Stunting). Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya "Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan" yang melibatkan intervensi spesifik dan sensitif untuk menurunkan angka stunting.
Salah satu komponen utama dalam inovasi ini adalah penggunaan tanaman obat tradisional (toga) dan terapi pijat untuk meningkatkan nafsu makan anak-anak. Temulawak (Curcuma xanthorriza), tanaman obat yang kaya akan minyak atsiri dan kurkumin, telah lama digunakan masyarakat Indonesia sebagai penambah nafsu makan. Kandungan dalam temulawak membantu mempercepat pengosongan lambung, sehingga anak-anak lebih cepat merasa lapar dan makan lebih lahap.
Selain toga, terapi pijat juga memainkan peran penting dalam meningkatkan berat badan anak. Pijatan pada titik-titik akupresur tertentu dapat merangsang nervus vagus, yang meningkatkan peristaltik usus dan produksi enzim pencernaan. Hal ini tidak hanya membantu penyerapan nutrisi, tetapi juga meningkatkan nafsu makan anak.
Pelaksanaan inovasi "PITA KUNING" melibatkan berbagai pihak, termasuk tenaga kesehatan tradisional dan kader kesehatan. Sosialisasi dan pembinaan kader dilakukan untuk memastikan pemahaman yang baik tentang pijat bayi dan penggunaan toga. Di Desa Pasi, Kecamatan Glagah, kegiatan ini dimulai dengan uji coba pada bulan Juni hingga Oktober 2023, dan penerapannya berlangsung pada bulan Desember 2023.
Hasil dari penerapan awal menunjukkan adanya peningkatan berat badan dan tinggi badan pada anak-anak. Presentasi berat badan anak-anak yang turun berkurang dari 23% menjadi 0%, sementara yang naik meningkat dari 12% menjadi 47%. Demikian juga, tinggi badan anak-anak yang tetap berkurang dari 64% menjadi 36%, dan yang naik meningkat dari 35% menjadi 65%.
Inovasi ini diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lain di Kecamatan Glagah dan seluruh Kabupaten Lamongan. Dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan masyarakat, "PITA KUNING" berpotensi menjadi solusi efektif dalam mengurangi angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak di Kabupaten Lamongan.