Program "LAYANGAN PUTUS" Puskesmas Karangpilang untuk Meningkatkan Persalinan di Lamongan

Program inovatif "LAYANGAN PUTUS" (Pelayanan Berkesinambungan Pasca Partus) yang diluncurkan oleh Puskesmas Karangpilang, Kabupaten Lamongan, bertujuan untuk mendorong semua ibu hamil di wilayah tersebut melahirkan di Puskesmas. Program ini muncul sebagai solusi atas masalah rendahnya angka persalinan di Puskesmas Karangpilang, di mana banyak ibu hamil lebih memilih melahirkan di luar wilayah Puskesmas. 

Salah satu penyebab rendahnya angka persalinan di Puskesmas adalah kurangnya sosialisasi selama kunjungan antenatal care (ANC). Akibatnya, ibu hamil di wilayah Puskesmas Karangpilang seringkali memilih untuk bersalin di tempat lain, menyebabkan masalah berkelanjutan setiap tahunnya. Untuk mengatasi hal ini, Puskesmas Karangpilang mengembangkan program "LAYANGAN PUTUS" yang memberikan pelayanan tambahan setelah persalinan.

Program ini mencakup berbagai layanan, seperti observasi 6 jam pasca melahirkan untuk memastikan tidak ada komplikasi, akupresur pada ibu pasca melahirkan untuk memperlancar ASI, serta mengajarkan teknik asuhan mandiri akupresur yang dapat dilakukan di rumah. Selain itu, program ini juga menyiapkan air hangat, membantu ibu mandi dan mengganti pakaian, serta memberikan make-up ringan dan parfum. Puskesmas juga melakukan foto shoot maternal neonatal yang dicetak dan dibawa saat ibu pulang, membantu mengurus BPJS bayi, serta mengurus dokumen 3 in 1. Bahkan, ibu dan bayi diantar pulang menggunakan kendaraan Puskesmas atau mobil sehat.

Hasil inovasi "LAYANGAN PUTUS" menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang kesehatan, pelayanan kesehatan yang lebih maksimal, dan semua ibu hamil di wilayah Karangpilang melahirkan di Puskesmas. Evaluasi menggunakan survei ilmiah dengan pendekatan pre and post test menunjukkan penurunan angka risiko tinggi menjadi 9%, peningkatan kemauan bersalin di Puskesmas menjadi 60%, dan angka persalinan mencapai 60%. Hasil uji Wilcoxon test juga menunjukkan hasil signifikan dengan nilai p=0,001, yang berarti inovasi ini berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kunjungan persalinan di Puskesmas Karangpilang.

Program ini diakui sebagai ide inovatif karena dapat meningkatkan derajat kesehatan ibu bersalin melalui sosialisasi dan penanganan sedini mungkin. Kesiapan persalinan di Puskesmas Karangpilang juga diupayakan semaksimal mungkin dengan sosialisasi di seluruh desa wilayah Puskesmas. Selain itu, program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian target pembangunan berkelanjutan (TPB) dengan meningkatkan angka persalinan di ruang bersalin Puskesmas menjadi 100% dan menurunkan angka kematian ibu bersalin.

Adaptabilitas program ini sangat tinggi karena mudah direplikasi dan diadaptasi di Puskesmas lain. Program ini mengandalkan komunikasi yang intens dengan ibu hamil dan bersalin, serta didukung oleh tenaga pembina, sarana prasarana, alat, dan tempat ruangan yang memadai. Keberlanjutan program ini juga terjamin karena semua pihak telah menyadari pentingnya layanan berkesinambungan pasca persalinan untuk menurunkan angka kematian ibu bersalin.

Kolaborasi pemangku kepentingan dalam program ini melibatkan tujuh organisasi, termasuk Puskesmas Karangpilang sebagai inisiator utama, Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan, Pemerintah Daerah Kabupaten Lamongan, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Modo, dan Camat Modo. Dukungan dari semua pihak ini memastikan bahwa setiap langkah strategis dapat langsung direalisasikan, menjadikan program "LAYANGAN PUTUS" layak untuk diterapkan di seluruh Puskesmas se-Kabupaten Lamongan bahkan seluruh Jawa Timur.