Posbindu Kembang Sepatu: Upaya Kesehatan Terpadu untuk Lansia di Kecamatan Ngimbang

Lansia merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai penyakit, termasuk hipertensi dan diabetes melitus. Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi penduduk dengan tekanan darah tinggi di Provinsi Jawa Timur mencapai 36,3%, meningkat signifikan dari 26,4% pada tahun 2013. Peningkatan prevalensi hipertensi ini semakin tajam setelah usia 55 tahun, dengan angka mencapai 54% pada kelompok usia 55-64 tahun, 60,54% pada usia 65-74 tahun, dan 67,71% pada usia 75 tahun ke atas.

Merespons masalah kesehatan pada lansia, Puskesmas Ngimbang meluncurkan inovasi Posbindu Kembang Sepatu, sebuah program yang mengintegrasikan layanan kesehatan untuk penyakit tidak menular (PTM), lansia, dan perkesmas. Kegiatan Posbindu Kembang Sepatu mencakup screening kesehatan (pemeriksaan tinggi badan, berat badan, tekanan darah, gula darah acak, kolesterol, dan asam urat), tata laksana, dan controlling penyakit tidak menular. Selain itu, terdapat aktivitas lain seperti senam lansia, penyuluhan kesehatan, dan pengelolaan tanaman obat keluarga (TOGA), dengan tujuan membuat lansia di wilayah Ngimbang tetap produktif dan sehat sepanjang waktu.

Inovasi ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) ketiga, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua penduduk di segala usia. Dengan adanya Posbindu Kembang Sepatu, kualitas kesehatan dan produktivitas lansia meningkat. Evaluasi program menunjukkan bahwa lansia yang berpartisipasi merasa lebih waspada terhadap penyakit tidak menular dan berkomitmen untuk rutin mengikuti kegiatan Posbindu.

Data pendukung menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi di Kabupaten Lamongan mencapai 34,70%, dengan tingkat ketidakpatuhan meminum obat hipertensi mencapai 75,15%. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan mengenai penyakit hipertensi dan pentingnya pengobatan yang teratur. Posbindu Kembang Sepatu juga menjadi wadah untuk meningkatkan kerutinan pemeriksaan kadar gula darah, yang pada tahun 2018 hanya mencapai 2,15% di Kabupaten Lamongan, dibandingkan dengan rata-rata provinsi sebesar 2,38%.

Kegiatan Posbindu Kembang Sepatu meliputi beberapa program, antara lain pemeriksaan kesehatan rutin, senam lansia (Ling Tien Kung), diskusi kelompok terarah (FGD) tentang kesehatan, fun game lansia, serta pemberdayaan lansia melalui penanaman dan pengelolaan TOGA. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman kepada lansia tentang pentingnya pola hidup sehat dan meningkatkan kesadaran mereka terhadap faktor risiko kesehatan.

Permasalahan kesehatan pada lansia yang belum sepenuhnya terpantau, tingginya prevalensi PTM, penurunan daya tahan tubuh akibat penuaan, serta stigma negatif terhadap lansia, menjadi latar belakang terbentuknya Posbindu Kembang Sepatu. Langkah strategis yang diambil meliputi pendataan lansia, pembentukan kelompok lansia, penentuan jadwal kegiatan, kunjungan bulanan, pelaksanaan kegiatan Posbindu, evaluasi, dan komunikasi melalui media sosial.

Inovasi Posbindu Kembang Sepatu mampu memberikan wadah kepada lansia untuk memantau kualitas kesehatan secara berkala. Setiap bulan, lansia diukur berat badan, tinggi badan, tekanan darah, dan pemeriksaan laboratorium sederhana seperti gula darah, asam urat, dan kolesterol. Kegiatan senam lansia Ling Tien Kung juga dilakukan untuk menjaga kebugaran jasmani dan meningkatkan hormon kebahagiaan endorfin.

Selain pemeriksaan kesehatan dan senam lansia, kegiatan Posbindu juga mencakup FGD untuk diskusi kesehatan antara lansia dan tenaga kesehatan, serta fun game untuk meningkatkan hormon kebahagiaan dan menciptakan lansia yang bahagia. Dengan adanya program ini, diharapkan lansia di Kecamatan Ngimbang dapat hidup sehat dan sadar akan pentingnya kesehatan sepanjang waktu.