KELAR UAS: Solusi Terpadu untuk Atasi Stunting di Kabupaten Lamongan

Kabupaten Lamongan meluncurkan inovasi kesehatan terbaru, KELAR UAS (Kelas Lima Hari Untuk Atasi Stunting), sebagai upaya untuk mengatasi masalah stunting yang melanda Desa Klagen Srampat. Inovasi ini muncul sebagai respons terhadap tingginya angka stunting di desa tersebut, di mana data bulan Februari 2022 menunjukkan 20 dari 98 balita mengalami stunting. Masalah utama teridentifikasi adalah kurangnya pengetahuan ibu mengenai pola makan yang tepat, pentingnya ASI eksklusif, dan pemenuhan gizi seimbang.

KELAR UAS bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pola asuh ibu dalam memberikan PMBA (Pangan Pendamping ASI) serta memastikan pemenuhan gizi seimbang. Dengan program ini, diharapkan ibu balita dapat memahami dan menerapkan prinsip-prinsip gizi yang benar untuk mengatasi stunting secara efektif. 

Program ini berlangsung selama lima hari di balai desa, dihadiri oleh 15 ibu balita. Hari pertama kegiatan meliputi pembukaan, skrining, perkenalan, dan pre-test. Hasil pre-test menunjukkan bahwa banyak ibu sudah memahami dasar-dasar pemberian makanan bayi, seperti pentingnya makanan dengan tekstur yang sesuai dan memberikan ASI secara eksklusif. Namun, masih terdapat kekurangan dalam pengetahuan mengenai gizi seimbang dan pola makan yang tepat.

Pada hari kedua, materi yang disampaikan mencakup hubungan antara kenaikan berat badan dan pola makan anak, serta praktik kebiasaan hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti cuci tangan. Hari ketiga difokuskan pada penanganan diare, sementara hari keempat membahas pemberian makan bayi, mitos seputar ibu hamil dan balita, serta pemenuhan gizi seimbang. Hari kelima diakhiri dengan praktek pembuatan MPASI (Makanan Pendamping ASI) dan post-test.

Hasil dari post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan dan pola asuh ibu tentang PMBA dan pemenuhan gizi seimbang. Evaluasi dilakukan pada bulan Agustus 2022 dan Februari 2023, menunjukkan penurunan kasus stunting menjadi 10 balita dari 20 balita sebelumnya. Keberhasilan ini didukung oleh kolaborasi lintas sektor, termasuk ahli gizi, PLKB, dan tenaga kesehatan lainnya.

Inovasi KELAR UAS bukan hanya solusi efektif untuk Desa Klagen Srampat, tetapi juga memiliki potensi untuk diterapkan di desa-desa lain. Dengan komitmen bersama antara kader, bidan desa, dan petugas Puskesmas, serta pemantauan dan evaluasi rutin, diharapkan program ini dapat menyebar ke seluruh Kabupaten Lamongan. Melalui dukungan dari berbagai pihak dan penerapan strategi yang tepat, KELAR UAS diharapkan dapat berkontribusi pada penurunan stunting secara signifikan dan meningkatkan kualitas hidup balita di wilayah tersebut.