Inovasi GEMAS SIAGA ASIEK (Gerakan Masyarakat Selamatkan Ibu dan Anak di Dukung Keluarga Peduli Asi Eksklusif) di Kabupaten Lamongan merupakan upaya inovatif untuk mengatasi masalah kesehatan ibu dan anak di wilayah Puskesmas Pucuk. Program ini muncul sebagai respons terhadap tingginya kasus BBLR (Bayi Berat Badan Lahir Rendah), kematian bayi, dan kondisi kesehatan ibu hamil yang kurang optimal seperti KEK (Kekurangan Energi Kronis) dan anemia. Data menunjukkan peningkatan masalah kesehatan dari tahun ke tahun, dengan angka kematian bayi mencapai 5 kasus pada tahun 2020, 4 kasus pada 2021, dan 3 kasus pada 2022. Permasalahan ini diperburuk oleh rendahnya tingkat pencapaian ASI eksklusif dan tingginya kasus diare pada bayi usia 0-6 bulan akibat konsumsi susu formula yang tidak sesuai.
GEMAS SIAGA ASIEK bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil, keluarga, dan masyarakat mengenai pentingnya perawatan kehamilan, persalinan, dan nifas, serta manfaat ASI eksklusif. Program ini mencakup berbagai kegiatan edukatif seperti Kelas Ibu Hamil, Kelas Ibu dan Balita, penyuluhan P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi), pendampingan ibu hamil dan ASI eksklusif, serta pemberian sertifikat bagi ibu yang mengikuti program tersebut. Inovasi ini juga melibatkan kebijakan desa untuk mengontrol adat istiadat yang kurang tepat dan mendukung ibu hamil dalam memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan.
Hasil dari inovasi GEMAS SIAGA ASIEK menunjukkan dampak positif yang signifikan. Angka kematian ibu turun menjadi nol sejak 2022, sementara angka kematian bayi berkurang menjadi 3 kasus pada tahun yang sama. Selain itu, kasus BBLR, KEK, dan anemia pada ibu hamil juga mengalami penurunan. Pencapaian ASI eksklusif meningkat dari 45% pada tahun 2020 menjadi 80% pada tahun 2023. Inovasi ini juga mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, camat, kepala puskesmas, bidan desa, kader kesehatan, serta keluarga dan masyarakat.
Inovasi ini diharapkan dapat dilanjutkan dan dikembangkan di daerah lain dengan dukungan dari seluruh aspek masyarakat dan pemerintahan. Dukungan lintas sektor dan kerjasama yang baik antara puskesmas, desa, dan pemerintah daerah akan memastikan keberhasilan dan keberlanjutan program ini, yang pada akhirnya bertujuan untuk mencapai Zero AKI (Angka Kematian Ibu) dan AKB (Angka Kematian Bayi), serta meningkatkan cakupan ASI eksklusif di seluruh wilayah Kabupaten Lamongan.