SULINGBAMBU Upaya Intensif Kabupaten Lamongan Memutus Rantai Penularan Penyakit Demam Berdarah Dengue

Di Kabupaten Lamongan, inovasi baru yang dinamakan SULINGBAMBU (Suluh Keliling Bawa Ambulans) diluncurkan sebagai upaya intensif untuk memutus rantai penularan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Inovasi ini merespons peningkatan jumlah kasus DBD dari 25 kasus pada tahun 2021 menjadi 34 kasus pada tahun 2022. SULINGBAMBU bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai DBD melalui kegiatan sosialisasi dan penyuluhan yang dilakukan dengan cara berkeliling menggunakan ambulans.

Dalam program ini, tim medis dari Puskesmas Pucuk akan menggunakan ambulans untuk berkeliling di berbagai desa, membagikan leaflet, dan memberikan penyuluhan tentang pencegahan DBD. Mereka juga menggunakan mikrofon untuk menjangkau lebih banyak masyarakat. Diharapkan dengan pengetahuan yang lebih baik tentang penyakit ini, masyarakat akan lebih aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan langkah-langkah preventif yang efektif.

Program ini memiliki tujuan umum untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang DBD dan tujuan khusus untuk meningkatkan kesadaran dan peran aktif masyarakat dalam pencegahan DBD melalui Program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Manfaat yang diharapkan dari inovasi ini termasuk terselenggaranya kegiatan sosialisasi dan penyuluhan dua kali setahun, terlaksananya Program PSN yang efektif, dan terbentuknya kader jumantik (juru pemantau jentik).

Sejak diluncurkan pada Februari 2023, SULINGBAMBU telah menunjukkan hasil yang positif. Angka kesakitan dan kematian akibat DBD mulai menurun, dan masyarakat menjadi lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Inovasi ini didanai oleh Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan Anggaran Dana Desa (ADD), memastikan keberlanjutan program ini di masa depan. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah desa dan masyarakat, diharapkan dapat terus mendorong keberhasilan program ini dalam mengurangi kasus DBD di Kabupaten Lamongan.