Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) menjadi prioritas dalam pembangunan kesehatan di Indonesia, sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024. Kabupaten Lamongan, yang juga menghadapi tantangan ini, telah meluncurkan inovasi baru yang bertujuan untuk mengurangi AKI dan AKB melalui program "Ransel Si Dora Siap" atau Gerakan Selamatkan Ibu Hamil dengan Siaga Donor Darah Terintegrasi Dalam Aplikasi.
Pada tahun 2020, di Kabupaten Lamongan tercatat 14 kasus kematian ibu. Di wilayah kerja Puskesmas Mantup, tidak ada kematian ibu, namun ada 617 ibu hamil dengan 123 di antaranya mengalami komplikasi, termasuk 10 kasus perdarahan pasca persalinan. Untuk mengatasi tantangan ini, Puskesmas Mantup meluncurkan program "Ransel Si Dora" pada awal tahun 2021, yang kemudian diperbarui menjadi "Ransel Si Dora Siap" pada awal tahun 2022. Program ini merupakan respons inovatif untuk mengatasi keterbatasan ketersediaan darah di PMI Lamongan, terutama di masa pandemi COVID-19.
"Ransel Si Dora Siap" adalah program yang terintegrasi dalam aplikasi digital, memudahkan petugas kesehatan dan masyarakat dalam mengakses data ibu hamil dan pendonor darah. Tujuan utama program ini adalah memastikan setiap ibu hamil memiliki tiga pendonor darah yang siap mendonorkan darahnya ke PMI Lamongan. Dengan begitu, saat ibu hamil membutuhkan darah, tidak ada lagi kendala dalam mendapatkan donor darah dengan cepat, yang sangat penting untuk menghindari risiko kematian akibat perdarahan.
Program ini juga melibatkan berbagai kegiatan, seperti sosialisasi kepada ibu hamil dan keluarga, kerjasama dengan PMI Lamongan, pendataan ibu hamil dan pendonor, serta pelaksanaan donor darah di desa-desa. Data ibu hamil dan pendonor dicatat dalam aplikasi Ransel Si Dora, yang bisa diakses dengan mudah oleh petugas dan masyarakat. Dengan aplikasi ini, ibu hamil dan keluarga bisa mengetahui faktor risiko kehamilan dan pendonor yang siap membantu.
Hasil dari implementasi program ini menunjukkan penurunan angka komplikasi pada ibu hamil. Pada tahun 2020, terdapat 10 kasus perdarahan, sementara pada tahun 2023 angka ini menurun menjadi 5 kasus. Selain itu, semua kasus perdarahan pada tahun 2023 mendapatkan darah dengan segera, berkat ketersediaan darah yang terjamin melalui program ini.
Inovasi "Ransel Si Dora Siap" di Kabupaten Lamongan tidak hanya menunjukkan efektivitas dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi, tetapi juga meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K). Program ini menjadi contoh bagaimana teknologi dan kerjasama lintas sektor dapat digunakan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.