Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator utama dalam menilai derajat kesehatan masyarakat serta keberhasilan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Tingginya AKI dan AKB di suatu daerah menunjukkan rendahnya derajat kesehatan masyarakat dan IPM. Kabupaten Lamongan, melalui Puskesmas Karanggeneng, telah meluncurkan inovasi program SAKINAH (Saatnya Angka Kematian Ibu & Bayi Habis) untuk menurunkan AKI dan AKB secara signifikan.
Pada tahun 2021, Kabupaten Lamongan mencatat angka kematian ibu sebesar 5,15 per 100.000 kelahiran hidup dan angka kematian bayi sebesar 148,29 per 100.000 kelahiran hidup. Namun, di wilayah Karanggeneng, angka kematian ibu pada tahun 2022 berhasil ditekan hingga nihil, sementara angka kematian bayi tercatat hanya satu kasus. Hal ini menunjukkan efektivitas program SAKINAH dalam menurunkan angka kematian tersebut.
Program SAKINAH mengintegrasikan beberapa kegiatan kunci secara simultan, antara lain:
- Pendampingan Calon Pengantin: Bekerjasama dengan KUA, PPKB, dan Puskesmas, calon pengantin mendapatkan pemeriksaan kesehatan, imunisasi, cek HB dan golongan darah, serta edukasi kesehatan reproduksi.
- OBOD (One Bumil One Donor): Mengatasi kebutuhan darah untuk ibu hamil melalui kerjasama dengan PMI dan LSM, serta membuat register pendonor darah sesuai golongan darah ibu hamil.
- PONED (Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar): Menyediakan layanan ANC terpadu dan persalinan di gedung PONED yang lebih steril dan siap dengan tenaga kesehatan serta fasilitas lengkap.
- Poli PTM (Penyakit Tidak Menular): Melayani ibu hamil dengan penyakit kronis untuk deteksi dini dan penanganan terprogram.
- PERAWAN KEREN (Perawatan Keluarga Rawan Ke Rumah Pasien): Memberikan kunjungan rumah bagi pasien dengan keterbatasan akses pelayanan kesehatan.
- PAHAT PORMALIN (Pemanfaatan Mobil Sehat untuk Transportasi Ibu Hamil dan Ibu Bersalin): Menyediakan transportasi untuk mengatasi keterlambatan rujukan ke fasilitas kesehatan.
Program ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ketiga, yakni "Menjamin Kehidupan yang Sehat dan Meningkatkan Kesejahteraan Seluruh Penduduk Semua Usia". Inovasi ini diharapkan dapat direplikasi di puskesmas lain di Kabupaten Lamongan maupun daerah lain, mengingat kesederhanaan dan efektivitasnya dalam menurunkan AKI dan AKB.
Dengan implementasi program SAKINAH, angka kematian ibu di wilayah Karanggeneng tahun 2022 berhasil ditekan hingga nihil dan angka kematian bayi hanya satu kasus. Selain itu, program ini berhasil memberikan pendampingan kepada 239 calon pengantin, melayani 495 ibu hamil, merekrut 150 calon pendonor darah, dan menangani 68 persalinan di PONED Puskesmas Karanggeneng.
Melalui inovasi SAKINAH, Puskesmas Karanggeneng berkontribusi nyata dalam mencapai tujuan pembangunan kesehatan yang berkelanjutan, dengan harapan AKI dan AKB dapat ditekan hingga habis, sehingga derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Lamongan semakin meningkat.