Kabupaten Lamongan meluncurkan inovasi terbaru dalam upaya menurunkan angka pengangguran dengan pelaksanaan SIDAK TANGGAP (Sinergitas Data Ketenagakerjaan). Inovasi ini bertujuan untuk memperoleh data ketenagakerjaan yang akurat dari seluruh sektor, baik formal maupun informal. Pada tahun 2022, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Lamongan mencapai 6,05%, meningkat dari 4,90% pada tahun 2021. Meskipun jumlah penduduk usia kerja meningkat, jumlah angkatan kerja justru menurun menjadi 672.289 orang. Hal ini mencerminkan adanya tantangan serius dalam pasar kerja daerah tersebut.
SIDAK TANGGAP dibentuk untuk mengatasi ketidakakuratan data ketenagakerjaan dan memfasilitasi penurunan angka pengangguran melalui sinergitas data dari berbagai sektor. Program ini mencakup sektor formal seperti BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta, serta sektor informal termasuk UMKM dan pekerjaan mandiri dalam bidang pertanian, perikanan, dan jasa. Dengan tujuan utama untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja, mengurangi pengangguran, dan mempermudah penempatan tenaga kerja, SIDAK TANGGAP bertujuan untuk mengoptimalkan data ketenagakerjaan demi penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Inovasi ini berfokus pada enam indikator keberhasilan, antara lain pelaksanaan kebijakan sektoral, penumbuhan iklim usaha yang kondusif, penyediaan data ketenagakerjaan yang akurat, peningkatan kompetensi tenaga kerja, hubungan industrial yang harmonis, serta pelatihan yang sesuai kebutuhan. Dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah, perusahaan, akademisi, dan lembaga kemasyarakatan, SIDAK TANGGAP diharapkan dapat menciptakan data yang mencerminkan kondisi ketenagakerjaan yang sebenarnya dan mengarahkan kebijakan yang lebih efektif.
Penerapan SIDAK TANGGAP mulai dari tahun 2021 menunjukkan komitmen pemerintah Kabupaten Lamongan dalam mengatasi masalah pengangguran. Melalui penyusunan rencana tenaga kerja yang sistematis dan berbasis data yang akurat, diharapkan dapat tercipta lebih banyak kesempatan kerja, meningkatkan produktivitas, serta menyejahterakan masyarakat. Inovasi ini juga sejalan dengan misi Bupati Lamongan dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing, mendukung pencapaian berbagai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) serta mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di daerah tersebut.