Program GERBANG BUMBASTING untuk Berantas Stunting di Kecamatan Ngimbang

Stunting adalah masalah kesehatan yang serius pada anak-anak di bawah lima tahun yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang dalam 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Kondisi ini menyebabkan anak memiliki tinggi atau panjang badan yang lebih rendah dari standar nasional, serta menghambat perkembangan kognitif, motorik, dan metabolisme tubuh. Di Kabupaten Lamongan, prevalensi stunting telah menjadi perhatian utama karena dampaknya pada kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa depan.

Berdasarkan data Pemantauan Status Gizi (PSG), prevalensi balita pendek di Kabupaten Lamongan meningkat dari 27,5% pada tahun 2016 menjadi 29,6% pada tahun 2017, dan pada tahun 2022 mencapai 27,5% menurut survei SSGI. Desa Mendogo di Kecamatan Ngimbang menjadi lokus stunting pada tahun 2020 dengan prevalensi stunting di atas 15%, dan pada tahun 2021, Desa Ganggangtingan juga masuk ke dalam lokus stunting. Dengan tingginya angka stunting di Kecamatan Ngimbang, diperlukan upaya terpadu untuk menurunkan prevalensi stunting melalui program GERBANG BUMBASTING (Gerakan Ngimbang Bersama Berantas Stunting melalui Program PELANGI).

Program GERBANG BUMBASTING PELANGI adalah inovasi yang bertujuan untuk menurunkan angka stunting di Kecamatan Ngimbang melalui pendekatan komprehensif yang melibatkan lintas sektor dan integrasi lintas program. Sasaran program ini meliputi remaja putri, ibu hamil yang berisiko stunting, balita usia 0-5 tahun, dan balita dengan masalah gizi. Program ini dimulai dengan pelatihan Kader Pelangi (Pelopor Anti Stunting) untuk meningkatkan kapasitas kader dalam pemantauan pertumbuhan dan pemahaman tentang Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA).

Selain itu, program ini juga mencakup edukasi dan konseling PMBA melalui kelas balita, pemantauan rutin di posyandu, promosi ASI eksklusif melalui pendampingan ASI dan MPASI 0-23 bulan, serta peningkatan jumlah balita yang ditimbang dan berat badannya naik melalui intervensi ahli gizi di lapangan dan pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Gerakan CERIA (Cegah Remaja Putri Anemia) dilakukan dengan minum tablet tambah darah serentak, sementara ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan anemia mendapatkan pendampingan dari kader dan tenaga kesehatan.

Program ini melibatkan seluruh masyarakat dan berbagai pihak untuk bekerja sama dalam menurunkan angka stunting. Dukungan dan peran aktif dari tokoh masyarakat sangat diperlukan untuk keberhasilan program ini. Dengan adanya komitmen bersama di tingkat kecamatan dan integrasi lintas program, program ini diharapkan dapat mencapai tujuannya menurunkan angka stunting di Kecamatan Ngimbang menjadi 11% pada tahun 2023.

Dengan adanya inovasi GERBANG BUMBASTING PELANGI, pencegahan stunting menjadi lebih terpadu dan dimulai sejak remaja putri, ibu hamil berisiko stunting, hingga balita usia 0-5 tahun. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan kapasitas kader dalam pencegahan stunting, peningkatan capaian ASI eksklusif, penurunan jumlah ibu hamil KEK dan anemia, serta peningkatan hasil monitoring dan evaluasi minum tablet tambah darah pada remaja putri. Upaya evaluasi dilakukan secara rutin setiap bulan, dengan validasi oleh tim kesehatan, dan hasilnya dikomunikasikan kepada pihak kecamatan dan desa. Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam upaya penurunan stunting.