Inovasi TEBAS KUKU BIMA: Kolaborasi Posyandu Lansia dan Warga di Kabupaten Lamongan

Kabupaten Lamongan meluncurkan inovasi kesehatan baru bernama "TEBAS KUKU BIMA," yang merupakan singkatan dari TEmukan oBAti agar tetap Sehat dengan KOlaborasi KUnjungan posyandu lansia Bersama warga setelah Ibadah sholat juMAt. Inisiatif ini dirancang untuk meningkatkan deteksi dini dan penanganan Penyakit Tidak Menular (PTM) di kalangan lansia melalui sinergi antara Posyandu Lansia dan kunjungan masyarakat.

Inovasi ini lahir dari hasil musyawarah masyarakat di Desa Blawirejo yang mengusulkan pelaksanaan Posbindu PTM dan Posyandu Lansia di masjid setelah sholat Jumat. Pendekatan ini diharapkan dapat memperluas cakupan layanan dan meningkatkan efektivitas skrining PTM seperti hipertensi, diabetes mellitus, stroke, PPOK, dan penyakit jantung.

Berdasarkan data global, PTM menyebabkan 41 juta kematian setiap tahun, terutama di negara berpendapatan rendah dan menengah. Di Indonesia, kasus PTM terus meningkat, menuntut strategi pencegahan dan penanganan yang lebih baik. TEBAS KUKU BIMA memberikan alternatif dengan melakukan deteksi dini secara langsung di masjid, serta menawarkan konsultasi dan penatalaksanaan penyakit baik secara offline maupun online.

Sasaran dari inovasi ini adalah penduduk usia di atas 45 tahun di wilayah Puskesmas Kedungpring. Kegiatan meliputi senam lansia, skrining kesehatan, pemeriksaan laboratorium sederhana, serta konseling berdasarkan hasil pemeriksaan. Dengan adanya inovasi ini, diharapkan kualitas hidup lansia dapat meningkat, serta penurunan angka kesakitan PTM dapat dicapai. Puskesmas Kedungpring juga akan mendapatkan manfaat berupa peningkatan capaian program PTM dan kepuasan masyarakat.

Melalui TEBAS KUKU BIMA, diharapkan Kabupaten Lamongan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, khususnya dalam menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan seluruh penduduk.