Inovasi "KUPAT BESTI" di Kabupaten Lamongan: Upaya Optimalisasi Pemantauan Ibu Hamil Berisiko Tinggi

Kabupaten Lamongan meluncurkan inovasi "KUPAT BESTI" (Kunjungi dan Pantau Bumil Resiko Tinggi) untuk menekan angka kematian ibu dan bayi serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan maternal. Inovasi ini muncul sebagai respons terhadap tantangan tinggi yang dihadapi Puskesmas Babat, di mana kehamilan berisiko tinggi memerlukan perhatian khusus untuk mencegah komplikasi yang dapat mengancam nyawa ibu dan bayi.

Kehamilan berisiko tinggi, yang sering kali dipengaruhi oleh faktor usia ibu, tinggi badan, berat badan, jarak kehamilan, dan jumlah anak, memerlukan pemantauan yang intensif. Data dari Puskesmas Babat menunjukkan adanya peningkatan kasus ibu hamil berisiko tinggi dari 70 ibu pada tahun 2021 menjadi 83 ibu pada tahun 2022, disertai dengan peningkatan kematian ibu dan neonatus. Sebagai langkah pencegahan, "KUPAT BESTI" diterapkan untuk memastikan pemantauan yang lebih komprehensif terhadap ibu hamil berisiko tinggi.

Inovasi ini meliputi kunjungan rumah oleh bidan desa, kader, dan dokter KIA, serta konsultasi online melalui aplikasi WhatsApp. Kunjungan ini tidak hanya dilakukan satu kali tetapi dilakukan secara berkelanjutan selama masa kehamilan dan pasca persalinan, memungkinkan deteksi dini tanda-tanda kegawatdaruratan. Selain itu, ibu hamil berisiko tinggi juga mendapatkan layanan USG gratis untuk memantau perkembangan janin dan memastikan diagnosis dini jika diperlukan.

Melalui "KUPAT BESTI," Puskesmas Babat dapat lebih efisien dalam mendeteksi dan merespons masalah kesehatan ibu hamil. Dengan dukungan regulasi seperti Permenkes Nomor 21 Tahun 2021, inovasi ini bertujuan untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi, meningkatkan cakupan kunjungan antenatal care (K1), serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemantauan kesehatan selama kehamilan.

Hasil dari implementasi "KUPAT BESTI" menunjukkan dampak positif yang signifikan. Cakupan K1, KF, dan KN di Puskesmas Babat telah dipertahankan dan bahkan meningkat, sementara angka kematian ibu dan bayi menunjukkan perbaikan. Meskipun terdapat fluktuasi dalam angka kematian, inovasi ini telah membantu mengurangi kematian ibu dan bayi serta memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan di wilayah Puskesmas Babat.

Inovasi ini menjadi contoh keberhasilan dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan maternal dan memberikan model bagi daerah lain untuk menangani kehamilan berisiko tinggi dengan pendekatan yang lebih holistik dan terintegrasi.