Gerakan Utama Lawan Stunting (GUNTING) di Kabupaten Lamongan: Upaya Terpadu Menurunkan Angka Stunting

Kabupaten Lamongan meluncurkan program inovatif bernama Gerakan Utama Lawan Stunting (GUNTING) untuk mengatasi masalah stunting, yang masih menjadi tantangan serius dalam kesehatan masyarakat. Stunting, atau gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis terutama selama 1000 Hari Pertama Kehidupan, adalah salah satu isu utama yang memengaruhi kualitas sumber daya manusia. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, prevalensi stunting di Lamongan mencapai 20,5%, namun meningkat menjadi 27,5% pada tahun 2022, menunjukkan perlunya tindakan segera.

GUNTING, yang merupakan bagian dari inovasi terbaru di Puskesmas Dermolemahbang, bertujuan untuk mempercepat penurunan stunting melalui pendekatan terintegrasi. Program ini melibatkan seluruh aspek kesehatan dari remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, hingga balita. Salah satu inisiatif utama adalah Gunting Rematri, di mana tablet tambah darah diberikan kepada remaja putri secara rutin setiap minggu. Selain itu, program ini meliputi pemeriksaan kesehatan dan konseling untuk calon pengantin, pelayanan ANC terpadu untuk ibu hamil, kelas ibu bayi balita, serta kunjungan rumah untuk balita dengan masalah gizi.

Dengan melibatkan kader masyarakat untuk membantu penimbangan dan pengukuran balita serta mendorong pelaporan kasus stunting, GUNTING berupaya menciptakan perubahan positif dalam pola makan dan pola asuh di masyarakat. Hasil dari inovasi ini menunjukkan penurunan signifikan dalam angka stunting di wilayah Puskesmas Dermolemahbang, dari 2,3% pada Agustus 2022 menjadi 1,2% pada Agustus 2023. Dukungan dana alokasi khusus dari Program Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Tahun 2023 memastikan keberlangsungan dan keberhasilan program ini.

Dengan komitmen untuk mencapai zero stunting, GUNTING diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kesehatan anak dan kualitas hidup di Kabupaten Lamongan.