Kesehatan gigi dan mulut anak usia balita merupakan salah satu aspek penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Di Kabupaten Lamongan, upaya signifikan telah dilakukan untuk mengatasi masalah kesehatan gigi balita melalui program inovatif bernama "LIBAS KARIES" atau "Balita Bebas Karies." Program ini diinisiasi oleh tenaga kesehatan gigi dan mulut Puskesmas Paciran sebagai respons terhadap tingginya prevalensi karies gigi pada anak-anak di wilayah tersebut.
Program LIBAS KARIES diluncurkan pada bulan Januari 2019, bermula dari keprihatinan terhadap data kesehatan gigi anak TK dan PAUD di Desa Sendang Duwur yang menunjukkan indeks karies anak (def-t) sebesar 5,7, artinya setiap anak memiliki kerusakan pada 5-6 gigi di dalam rongga mulutnya. Angka ini lebih tinggi dibandingkan indeks karies gigi nasional sebesar 4,6 dan indeks karies gigi provinsi Jawa Timur sebesar 5,5 (Riskesdas 2013). Tingginya angka karies ini menunjukkan perlunya intervensi yang tepat untuk menekan prevalensi karies pada balita.
Program LIBAS KARIES ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku kesehatan gigi sejak dini melalui berbagai kegiatan, termasuk penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, sesi diskusi tanya jawab, sikat gigi bersama, pemeriksaan gigi dan mulut yang dicatat dalam buku raport LIBAS KARIES, pemberian topical fluoride setiap enam bulan sekali, serta pemberian sikat gigi gratis. Pendekatan ini diharapkan dapat membentuk budaya menyikat gigi yang baik dan benar sejak usia dini.
Sejak peluncurannya, program LIBAS KARIES telah menunjukkan hasil yang memuaskan. Berdasarkan data pelaksanaan kegiatan tahun 2022 di Desa Sendang Duwur, indeks karies rata-rata tiap bulan menunjukkan penurunan yang signifikan menjadi 1,21. Hal ini menunjukkan bahwa dengan intervensi yang tepat, indeks karies gigi anak dapat ditekan seminimal mungkin.
Keberhasilan program ini tidak hanya membawa manfaat pada aspek kesehatan, tetapi juga berdampak positif pada aspek sosial dan ekonomi. Dengan menanamkan kebiasaan menjaga kesehatan gigi sejak dini, diharapkan anak-anak tidak mengalami masalah gigi yang dapat mengganggu proses tumbuh kembang dan prestasi belajar mereka. Selain itu, orang tua juga akan lebih produktif tanpa harus menghadapi gangguan kesehatan terkait fungsi kunyah balitanya.
Program LIBAS KARIES ini menjadi contoh inovasi yang efektif dalam meningkatkan kesehatan gigi dan mulut balita, serta menunjukkan bahwa dengan komitmen dan pendekatan yang tepat, masalah kesehatan gigi anak dapat diatasi secara signifikan. Diharapkan program ini dapat diadopsi oleh posyandu-posyandu lain di seluruh Indonesia, sehingga semakin banyak balita yang terbebas dari masalah karies gigi dan tumbuh menjadi generasi yang sehat dan berkualitas.