Inovasi Puskesmas Karanggeneng: Menurunkan Stunting di Desa Tracal Melalui Program 'IKAN KETING'

Indonesia saat ini tengah menghadapi beban gizi ganda, di mana masalah obesitas dan kekurangan gizi seperti anemia, kurus, serta stunting menjadi perhatian utama. Stunting, yang didefinisikan sebagai tinggi badan anak yang berada di bawah minus dua standar deviasi (<-2SD) dari standar median WHO, merupakan masalah yang serius karena berdampak pada perkembangan fisik dan kognitif anak. Anak-anak yang mengalami stunting cenderung memiliki tubuh yang lebih pendek dan kemampuan berpikir yang lebih lambat dibandingkan anak seusianya, yang pada akhirnya dapat menghambat kemajuan bangsa.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2019, angka stunting di Indonesia mencapai 30,8 persen, jauh di atas target WHO yang hanya 20 persen. Kondisi ini menempatkan Indonesia pada urutan ke-3 dengan kasus stunting tertinggi di Asia. Untuk mencapai target penurunan angka stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024, pemerintah dan berbagai lembaga kesehatan perlu melakukan intervensi yang efektif dan berkelanjutan.

Kabupaten Lamongan menjadi salah satu wilayah yang aktif melakukan upaya penurunan angka stunting, dengan salah satu fokus utamanya berada di Desa Tracal. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan, jumlah balita stunting di wilayah ini telah mengalami penurunan dari 6,24 persen pada Februari 2021 menjadi 5,7 persen pada Agustus 2022. Puskesmas Karanggeneng sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di wilayah ini, telah meluncurkan berbagai inisiatif untuk menanggulangi stunting, salah satunya adalah program inovatif yang dikenal dengan nama "IKAN KETING".

Program "IKAN KETING" merupakan hasil kolaborasi antara Puskesmas Karanggeneng dan pemerintah desa yang bertujuan untuk menurunkan stunting dan meningkatkan status gizi pada ibu dan anak di wilayah tersebut. Program ini menonjol karena merupakan inisiatif baru yang belum pernah diterapkan sebelumnya, bahkan di wilayah lain di Kabupaten Lamongan.

IKAN KETING fokus pada pengolahan ikan sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang rutin diberikan di posyandu. Ikan, yang kaya akan protein, sangat penting untuk mendukung pertumbuhan anak di atas 6 bulan. Anak-anak yang mendapat asupan protein yang cukup terbukti memiliki pertumbuhan tinggi badan yang lebih optimal dibandingkan mereka yang asupan proteinnya kurang.

Pelaksanaan program ini dimulai dengan analisis kebutuhan masyarakat melalui survei yang dilakukan pada bulan timbang di Februari dan Agustus. Selanjutnya, kolaborasi dilakukan bersama pemerintah desa, Puskesmas, dan LSM untuk memastikan dukungan baik moral maupun material bagi suksesnya program ini. Data dari PJ Gizi digunakan untuk memantau perkembangan dan hasil dari program ini, yang menunjukkan bahwa sejak dimulainya program pada Mei 2022, terjadi penurunan jumlah balita stunting di Desa Tracal.

Program ini tidak hanya berfokus pada penurunan angka stunting tetapi juga pada peningkatan status gizi ibu hamil dan balita, dengan manfaat antara lain:

  • Mengurangi risiko kekurangan gizi pada ibu hamil (KEK).
  • Memperlancar proses persalinan.
  • Mendukung kelancaran proses pemberian ASI eksklusif.
  • Mencegah bayi lahir dengan berat badan rendah.
  • Mencegah balita mengalami stunting.

Inovasi "IKAN KETING" dari Puskesmas Karanggeneng menunjukkan bahwa program berbasis komunitas dengan pendekatan yang tepat dapat memberikan dampak signifikan dalam menurunkan angka stunting. Kolaborasi yang baik antara berbagai pihak, analisis kebutuhan yang matang, serta pemanfaatan sumber daya lokal seperti ikan, menjadi kunci sukses program ini. Dengan keberhasilan program ini, diharapkan Kabupaten Lamongan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia dalam upaya penurunan stunting secara berkelanjutan.