LASERKU (Tim Lamongan Sehat)

Kabupaten Lamongan terus berinovasi dalam pelayanan kesehatan melalui program "Lamongan Sehat - LASERKU" yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan. LASERKU merupakan akronim dari Layanan Kesehatan Rakyat Berkelanjutan, yang hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat, terutama mereka yang tergolong keluarga rawan dan tinggal sebatang kara serta tidak mampu mengakses pelayanan kesehatan.

LASERKU bermula sebagai Home Care Service (HCS) pada Januari 2020, yang fokus utamanya adalah pelayanan kesehatan. Seiring berjalannya waktu, inovasi ini berkembang menjadi program komprehensif yang juga mencakup observasi dan penanganan masalah non-kesehatan, seperti ekonomi dan sosial. Hingga Januari 2023, LASERKU telah berhasil mengintervensi 1949 keluarga dengan 91,32% di antaranya menghadapi masalah kesehatan dan ekonomi, 6,57% dengan masalah kesehatan saja, dan 2,31% dengan masalah ekonomi saja.

Program ini bekerja melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai pihak, seperti RSUD, Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Perumahan Rakyat, Kecamatan, TP-PKK, BAZNAS, serta perusahaan yang memberikan Corporate Social Responsibility (CSR). Melalui kerjasama ini, LASERKU tidak hanya memberikan layanan kesehatan, tetapi juga menyediakan bantuan alat kesehatan dan bantuan sosial lainnya.

Salah satu pencapaian signifikan dari LASERKU adalah pendaftaran 570 keluarga (total 2280 orang) sebagai anggota BPJS Kesehatan melalui KIS PBI, yang sebelumnya harus mengeluarkan biaya kesehatan sebesar Rp. 2.280.000 per orang per tahun. Dengan inovasi ini, biaya tersebut menjadi gratis, yang turut meningkatkan Angka Harapan Hidup dari 72,40 menjadi 72,84.

Dalam implementasinya, LASERKU melakukan pendataan dan kunjungan langsung ke rumah sasaran, melakukan intervensi awal dan lanjutan, serta kolaborasi dengan berbagai stakeholder. Hasilnya, 100% dari 1949 keluarga sasaran mendapatkan intervensi awal, dan 97,74% mendapatkan intervensi lanjutan berupa pelayanan kesehatan. Selain itu, bantuan sembako diberikan kepada 1211 keluarga, uang tunai kepada 363 keluarga, perbaikan rumah kepada 21 keluarga, serta bantuan alat penunjang kesehatan kepada 121 keluarga.

Dengan inovasi ini, Kabupaten Lamongan telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesejahteraan masyarakat prasejahtera, memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpa biaya, dan mendorong partisipasi aktif dari berbagai sektor untuk mengatasi masalah kesehatan, ekonomi, dan sosial. LASERKU menjadi model yang layak diadaptasi oleh kabupaten atau kota lain yang menghadapi masalah serupa, mengedepankan pelayanan komprehensif dan berkelanjutan untuk masyarakat kurang sejahtera.