OMBAK SI PETRA (Olahan Limbah untuk Usaha Ternak dan Asuransi Sapi Peternak Sejahtera)


Kabupaten Lamongan menghadirkan inovasi baru bernama OMBAK SI PETRA (Olahan Limbah untuk Usaha Ternak dan Asuransi Sapi Peternak Sejahtera), sebuah program yang mengintegrasikan pengolahan limbah peternakan dan pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan peternak serta menjaga lingkungan. Program ini merespons permasalahan utama yang dihadapi peternak, seperti peningkatan populasi ternak yang berujung pada bertambahnya limbah peternakan dan pertanian yang tidak termanfaatkan dengan baik, serta resiko kematian ternak akibat penyakit. 

OMBAK SI PETRA memiliki tujuan utama menciptakan zero waste pada sektor peternakan dan pertanian, dengan memanfaatkan semua limbah yang ada. Inovasi ini mengajarkan peternak cara mengolah limbah ternak menjadi pupuk organik dan limbah pertanian menjadi pakan ternak alternatif, sehingga mengurangi pencemaran lingkungan. Melalui program ini, diharapkan pendapatan peternak meningkat dari hasil penjualan pupuk organik dan penggunaan pakan alternatif dari limbah pertanian, serta adanya bantuan premi asuransi ternak.

Program ini mengintegrasikan kelompok pengolah pupuk dengan mitra peternak yang belum tergabung dalam kelompok ternak dan belum mengikuti AUTS/K (Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau). Dalam mekanisme kemitraannya, mitra peternak menyetorkan limbah ternak kepada kelompok pengolah pupuk organik, dan sebagai imbalannya, premi asuransi ternak mereka dibayarkan oleh kelompok pengolah pupuk. Ada tiga pola kemitraan yang diterapkan, yakni peternak mengemas dan mengantar limbah sendiri, peternak mengemas limbah dan diambil oleh pengolah, serta pengolah datang untuk mengemas dan mengambil limbah.

Sejak dilaksanakan pada tahun 2019, OMBAK SI PETRA telah menunjukkan hasil yang signifikan. Pada tahun 2021, program ini berhasil mencapai 713 peserta AUTS/K dari target 412 peserta, dan pada tahun 2022 mencapai 498 peserta dari target 450 peserta. Selain itu, program ini juga berhasil mengolah 300.241 ton limbah peternakan dan 1.256.594 ton limbah pertanian menjadi pupuk organik yang dapat digunakan untuk 90% dari total luas lahan pertanian jagung di Lamongan.

Manfaat dari inovasi ini tidak hanya dirasakan oleh peternak, tetapi juga oleh lingkungan dan masyarakat luas. Dengan pengolahan limbah yang baik, polusi udara dan bau tidak sedap akibat gas metana dari limbah ternak dapat diminimalisir. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan juga mendapat dukungan dalam mencapai tujuan peningkatan produksi ternak dan kesejahteraan peternak.

Dengan demikian, OMBAK SI PETRA merupakan inovasi yang tidak hanya memanfaatkan limbah peternakan dan pertanian secara efektif, tetapi juga memberikan perlindungan bagi peternak melalui asuransi ternak, serta meningkatkan kesejahteraan dan keberlanjutan lingkungan di Kabupaten Lamongan.