
Kabupaten Lamongan kembali menunjukkan inovasinya di sektor perikanan dengan memperkenalkan program Pandu Siskamaya. Program ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan daya tarik ikan pindang melalui pendampingan dan perbaikan proses pengolahannya. Dengan strategi peningkatan mutu, pemberdayaan pengolah, perluasan pemasaran, dan branding, diharapkan ikan pindang bisa menjadi produk unggulan Lamongan.
Peningkatan mutu produk dilakukan melalui sosialisasi dan pelatihan penanganan produk yang baik kepada pemasok dan pengolah, menjaga ketersediaan bahan baku dan stabilitas harga, serta memberikan bantuan peralatan pengolahan, akses permodalan, dan kemudahan perizinan. Selain itu, penetapan sentra pengolahan ikan pindang di "Kampung Pindang" menjadi upaya branding untuk lebih mengenalkan produk pindang Lamongan. Promosi melalui media sosial, pameran, dan gerakan #AyoBeliProdukLamongan serta #AyoDitumbasi! turut dilakukan untuk memperluas area pemasaran dan meningkatkan segmentasi pasar.
Pandu Siskamaya memiliki enam indikator keberhasilan, yaitu terpenuhinya pasokan bahan baku ikan pindang (seperti salem, layang, tongkol), produksi pindang yang kontinu, peningkatan kelembagaan pemindang, pengenalan dan penerimaan pindang Lamongan di masyarakat karena mutu dan kualitasnya, pengakuan Kabupaten Lamongan sebagai sentra pemindangan di Jawa Timur, serta masuknya pindang Lamongan ke pasar modern.
Inovasi ini dimulai pada tahun 2020 dengan identifikasi potensi perikanan Lamongan dan menetapkan pindang sebagai produk unggulan daerah. Kelurahan Brondong dipilih sebagai lokasi inovasi karena banyaknya industri pemindangan di sana. Pendekatan, pendampingan, dan sosialisasi intensif dilakukan kepada pemasok dan produsen pindang.
Pada tahun 2021, Kelurahan Brondong resmi ditetapkan sebagai Kampung Pindang. Pendampingan intensif terus dilakukan, yang menghasilkan peningkatan jumlah kelembagaan pemindang dari 6 menjadi 10 POKLAHSAR (Kelompok Pengolah dan Pemasar). Produksi pindang meningkat dari 11.594,554 ton pada tahun 2020 menjadi 15.860,023 ton pada tahun 2021. Kesadaran produsen pindang terhadap mutu produk juga meningkat, terbukti dengan adanya permohonan Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) oleh pengolah pindang UD. Putra Kresna.
Pada tahun 2021, inovasi Pandu Siskamaya menarik perhatian DPRD Kabupaten Maluku Tenggara yang mengunjungi Lamongan untuk studi banding, menunjukkan bahwa strategi pemasaran melalui media sosial cukup berhasil. Selain itu, pelatihan pengolahan hasil perikanan dengan bahan baku ikan pindang diberikan kepada ibu-ibu di Kelurahan Brondong untuk meningkatkan diversifikasi produk pindang.
Untuk tahun 2022, direncanakan rehabilitasi sarana dan prasarana pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, bantuan peralatan pemindangan kepada lima POKLAHSAR, serta pelaksanaan festival ikan pindang di Kecamatan Brondong. Dengan langkah-langkah ini, Pandu Siskamaya diharapkan dapat terus meningkatkan mutu dan daya saing ikan pindang Lamongan di pasar lokal maupun nasional.